Jumat, 17 Juni 2022

MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)

 

MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG

BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)


Oleh : Suci Subarni

CGP Angkatan 4


A. PERISTIWA (FACT)

Minat baca murid SMAN 2 Wonogiri menjadikan kegelisahan tersendiri bagi saya, dan secara umum bagi guru-guru lain sehingga mendorong hal ini terjadi. Budaya membaca dan ketertarikan murid terhadap buku bacaan semakin menurun dan tergeser oleh kehadiran Smartphone android. Murid lebih tertarik menonton video maupun membaca tulisan-tulisan yang ada di sosial media. Hal ini menunjukkan minat baca ada namun day abaca rendah. Murid menjadi malas dalam membaca buku dan berpikir kritis serta berkreativitas. Padahal membaca adalah jendela dunia dan pikiran untuk memacu kreativitas.

Program literasi digital merupakan suatu hal yang penting yang harus dimiliki murid. Proses Pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesadaran dan kemampuan literasi. Kemampuan literasi kemampuan literasi meliputi seluruh keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sehingga dalam program literasi membaca ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari 7 lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang melatih keterampilan yang di butuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik dan non akademik.

Yang dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan murid-murid bisa terbuka dan selektif terhadap perkembangan zaman, memamfaatkan teknologi secara baik dan efektif dalam hal positif, dalam hal ini adalah aplikasi spechnoote. Aplikasi ini diunduh melalui Android murid yang nantinya akan digunakan murid untuk melaksanakan literasi digital, cara kerjanya siswa hanya perlu bercerita (cerita pendek dengan tema bebas sesuai minat) secara lisan dengan menggunakan aplikasi tersebut, maka secara otomatis akan terekam dalam bentuk tulisan, dimana tulisan bentuk cerpen itu nanti akan dibukukan sebagai karya murid. Selain hal tersebut harapan lainnya adalah menumbuhkan sikap berani dalam dirinya untuk berkreatifitas/tampil dan mengekspresikan dirinya melalui karya yang dibuatnya dalam bentuk cerpen.

Aksi nyata ini di laksanakan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR yang dilakukan untuk memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.

Alasan utama lainnya program ini adalah agar terwujudnya wellbeing murid atau student wellbeing  dan perkembangan murid secara holistik, murid yang Bahagia dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

1.    Membangun kesadaran murid pentingnya literasi dalam pembelajaran akademik     maupun non akademik.

2.      Melatih siswa belajar sesuai zamannya, mengikuti perkembangan zaman

3.      Menumbuhkan kemampuan berprikir kritis murid.

4.      Menumbuhkan kepercayaan diri untuk berkreatifitas.

5.      Menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid.

6.      Menjadikan kegiatan literasi digital sebagai budaya positif di sekolah

7.      Melatih kemandirian siswa dalam memecahkan masalah.

8.      Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa

HASIL AKSI NYATA





                                        Kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan LITDIG 

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan dapat mewadahi kretivitas dan bernalar kritis  bagi murid untuk berkaya sesuai dengan bakat minat mereka. Selain itu harapannya juga dapat mengedukasi murid akan pentingnya budaya literasi. Murid perlu dituntun agar mereka paham pentingnya literasi, dan juga berpikir kedepan bahwa perkembangan teknologi tidak serta merta digunakan untukhal-hal negatif. Dengan terlaksananya kegiatan  yang rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan minat dan bakat serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan literasi digital akan membuahkan hasil.

Hasil aksi nyata ini menunjukan bahwa ada perkembangan dari waktu ke waktu mulai dari hanya bercerita 15 menit melalui litdig sebelum memulai proses belajar mengajar yang di awasi oleh guru yang mengajar jam pertama atau wali kelas sehingga menjadi budaya bagi murid – murid ketika jam literasi sudah di mulai maka dengan sendirinya melakukan aktivitas tersebut. Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai guru mata pelajar murid mampu meningkatkan kemampuan dalam mencipta cerpen melalui litdig, menambah wawasan, meningkatkan kreativitas. Selain itu aksi nyata ini juga menjadikan murid memiliki jiwa kepemimpinan karena mereka berani membuat keputusan sendiri untuk menentukan minat dan karya sesuai dengan keinginannya.

Kegiatan literasi digital yang di lakukan menunjukan bahwa kegiatan literasi digital dapat memaksimalkan asset sekolah secara maksimal baik guru, murid, maupun  sarana dan prasarana. Murid juga secara mendapatkan fasilitas dan kemerdekaan dalam mengembangkan bakatnya dengan kreativitas mereka masing- masing. Dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik sesuai perkembangan zamannya.

Aksi nyata ini terlaksana karena dukungan dari berbagai pihak, kami merintisnya dari komunitas praktisi karena rasa kegelisahan yang sama terkait pelaksanaan literasi di sekolah kami. Kemudian kami mulai bergerak dan menggerakkan baik secara langsung maupun melalui grup WA. Berikut beberapa dokumentasi dari aksi nyata yang kami lakukan, dari mulai sosialisasi ap aitu literasi digital, aplikasi spechnote, tujuan, dan hasil karya murid.




Contoh karya anak cerpen melalui LITDIG




Kegiatan diskusi komunitas praktisi terkait pelaksanaan program LITDIG

B. PERASAAN (FEELING)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata ini program yang berdampak pada murid ini adalah  merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa misalnya kepedulian aspek lain, literasi,digital tanggung jawab, kreatifitas, dan  kedispilinan, serta aspek lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Perasaan saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program literasi digital,guru penggerak dan bapak ibu guru lainnya yang mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program literasi digital baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.

C.PEMBELAJARAN ( FINDING)

Pembelajaran yang didapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam literasi digital untuk peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya  karakter murid yang memiliki kreativitas, daya pikir yang kritis, menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas sajanamun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid .

D. PENERPAN KEDEPAN (FUTURE)

Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan literasi digital. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru dan murid dalam hal kegiatan literasi digital butuh pendampingan dan bimbingan dari guru piket dan wali kelas pada saat melakukan kegiatan literasi agar program dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Juga melibatkan orang tua untuk terus mendukung program sekolah dan memberikan motivasi pada murid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)

  MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG) Oleh : Suci Subarni CGP Angkatan...