Sabtu, 30 April 2022

Inkuiri Apresiatif (BAGJA)



Visi Misi dan Inkuiri Apresiatif (BAGJA)





 

TUGAS PENDIDIKAN GURU PENGGERAK : KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK



 

TUGAS AKSI NYATA MODUL 1.2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 

AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

A.      LATAR BELAKANG

Bapak Pendidikan Nasional kita menekankan  bahwa  pendidikan  harus  berpusat  pada murid, pendidikan yang dilakukan harus berhamba pada murid yang diberikan kesempatan  seluas-luasnya  untuk  tumbuh  dan  berkembang  sesuai  dengan bakat dan minatnya untuk menciptakan iklim merdeka belajar. Mewujudkan pembelajaran siswa yang Merdeka Belajar dan mewujudkan peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dapat diwujudkan jika nilai dan peran guru diterapkan dengan baik oleh masing-masing guru, bahkan profil pelajar Pancasila yang diharapkan tercermin pada peserta didik pun sejatinya harus diterapkan terlebih dahulu pada masing-masing guru dan barulah guru dapat membimbing peserta didik memiliki karakter profil pelajar pancasila melalui aksi nyata. Nilai dan peran guru yang ada perlu dikembangkan melalui pembiasaan aktivitas sehari-hari agar dapat mewujudkan iklim merdeka belajar.

B.      TINDAKAN AKSI NYATA

Seorang guru penggerak haruslah melakukan perubahan baik dalam mewujudkan pembelajaran yang Merdeka Belajar dan berkarakter Profil Pelajar Pancasila. Mejalankan nilai dan peran guru adalah kewajiban. Adapun peran guru penggerak dalam menjalankan konteks merdeka belajar adalah mendorong peningkatan prestasi akademik murid, mengajar dengan kreatif, mengembangkan diri secara aktif, mendorong tumbuh kembang murid secara holistik dan menjadi pelatih (coach) bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid yang didukung dengan nilai-nilai dari seorang guru penggerak meliputi mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Adapun disini saya sebagai guru di SMA N 2 Wonogiri saya mengajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dalam mengimplementasikan nilai dan peran guru penggerak:

1.       Saya berusaha menjadi pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Selama kegiatan pembelajaran saya berusaha menjadi penuntun pembelajaran yang baik, menuntun siswa sesuai dengan kodrat siswa tanpa memaksakan kehendak. Sehingga terwujud pembelajaran yang menyenangkan. Hal itu terwujud dalam pembelajaran diskusi yang pernah saya terapkan selama pembelajaran daring maupun luring.

2.       Melakukan kolaborasi dengan rekan guru antar maple untuk berbagi saling belajar pemanfaatan IT yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran seperti menggunakan video pembelajaran, membuat media pembelaran dalam bentuk poster, infografis, dan penilaian dengan QUIZIZZ agar lebih menarik.

3.       Mandiri dan bekerja keras melakukan pengembangan diri dengan mengikuti pelatihan- pelatihan online seperti Pembatik, dan pelatihan online guru belajar di SIMPKB agar menambah ilmu dan wawasan yang bisa dimanfaatkan dalam melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

C.       HASIL YANG DIPEROLEH

Adapun hasil yang diperoleh melalui pelaksanaan aksi nyata ini yaitu sebagai berikut.

1.     Guru memahami pentingnya kemandirian dalam mengembangkan diri untuk  meningkatkan kompetensi yang dimiliki sehingga bisa menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menyenangkan bagi siswa. Melalui kegiatan aksi nyata ini guru-guru di sekolah tempat penulis bertugas mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan video pembelajaran dalam pembelajaran dan dapat manfaatkan dalam pembelajaran di kelasnya masing-masing. Kegiatan pembelajaran pun berlangsung dalam situasi yang menyenangkan untuk siswa, selain itu siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dan tidak merasa jenuh.

2.     Guru dapat berkolaborasi dengan rekan sejawatnya di dalam mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensinya. Bentuk kolaborasi dapat dilakukan melalui kegiatan saling berbagi dengan rekan-rekannya terkait praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan di kelas nya masing-masing untuk dapat diberi masukan dan di adopsi oleh guru lain. Seperti yang sudah dilakukan pada aksi nyata ini, penulis berbagi dengan guru lain di sekolah terkait pemanfaatan poster, infografif dan video dalam pembelajaran.

3.     Guru dapat berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang mereka laksanakan seperti pemanfaatan aplikasi untuk video, poster, infografis dan kuis. Dengan demikian pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akan lebih variatif dan tidak membosankan bagi siswa.

4.     Siswa menikmati proses pembelajaran yang mereka ikuti, tidak bosan, menyenangkan, dan tentunya bermakna bagi mereka.

D.    DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Dukungan Kepala Sekolah :

Selalu  memberikan  dorongan  dan  arahan  dalam  rapat  virtual  maupun  rapat luring  disekolah,  atas  kendala  yang  terjadi. Bersikap terbuka dan selalu membangun guru untuk berkembang. Memberikan  ruang  kepada guru,  wali kelas,  dan  BK  untuk  melakukan  home  visit  kepada  peserta  didik  yang bermasalah.

Dukungan teman sejawat :

Bersedia aktif dan selalu bisa  diajak  sharing  dan  bertukar  pikiran,  memberikan saran  dan kritikan yang membangun

Dukungan dari diri sendiri :

Berusaha  menjalankan  peran  sebagai  guru  penggerak  dengan  ikhlas  dan sepenuh  hati  untuk  melahirkan  pelajar  yang  sesuai  dengan  Profil  Pelajar Pancasila

E.    REFLEKSI AKSI NYATA

Pelaksanaan aksi nyata ini dapat meningkatkan kesadaran guru dalam rangka mengembangkan diri untuk meningkatkan kompetensi. Perasaan yang dirasakan  semangat dan sangat antusias dalam pelaksanaan. Guru dengan tekun bersemangat berlatih untuk dapat membuat video, poster, infografis, serta bagaimana menggunakan QUIZIZZ yang nantinya dapat mereka terapkan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelasnya. 

Adapun kendala yang dialami selama pelaksanaan aksi nyata yaitu masih adanya beberapa orang guru yang belum bisa mengikuti kegiatan sharing dan berbagi karena adanya kesibukan dan kegiatan yang lain. Selain itu belum semua guru bisa memahami dengan baik bagaimana cara membuat video, poster, infografis, serta bagaimana menggunakan QUIZIZZ pembelajaran diakibatkan karena terbatas pada penguasaan TIK utamanya guru-guru yang sudah berumur.

 

 

F.     RENCANA PEBAIKAN DIMASA YANG AKAN DATANG

Sebagai manusia yang tidak sempurna, pastilah sayamenyadari ada beberapa kekurangan dalam kegiatan aksi nyata di modul 1.2 ini, sebisa mungkin saya akan terus merefleksi diri untuk terus belajar dan menerima perubahan positif. Selalu menerima saran masukan yang membangun dari pihak-pihak yang terlibat.

Setiap ada ilmu-ilmu baru yang saya peroleh terutama yang berhubungan dengan pembelajaran akan terus saya sharingkan kepada rekan-rekan guru yang lain untuk perbaikan pembelajaran dan juga kualitas pendidikan di sekolahSaya yakin akan bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Berusaha menerapkan nilai dan peran guru secara keseluruhan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mewujudkan merdeka belajar secara maksimal.

 

G.    DOKUMENTASI

 

 

 

 

                                                                                                                                       

 

Kolaborasi dengan rekan guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Mandiri mengikut pelatihan online (Pembatik)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pembelajaran yang inovatif dan pemanfaatan IT pada pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hasil Video Pembelajaran yang dibuat CGP untuk mengajar yang di unggah pada youtube

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hasil Karya Anak

 

 

 

 

1.3.A.5 NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK



NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK




 

 Refleksi Terbimbing Modul 1.2.a.6

 O L E H ; S U C I S U B A R N I 

C G P A N G K A T A N 4 

1. Nilai positif yang ada pada diri saya sedari masih kecil adalah mandiri. Nilai mandiri tertanam pada diri saya karena memang sedari kecil saya dididik mandiri oleh orang tua saya karena profesi mereka. Saya semenjak kelas VII sudah terbiasa mengatur dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kewajiban sebagai pelajar pun sudah harus saya lakukan secara mandiri, belajar tanpa harus disuruh, mengikuti les bahasa inggris atas kemauan sendiri, berangkat sekolah sendiri, dan bahkan SMA saya mencari sekolah dan mendaftar pun secara mandiri. Pada saat kuliah saya juga melakukan les privat untuk anak SD sebagai penghasilan tambahan. Semua hal yang sifatnya mandiri tersebut saya lakukan dengan senang hati. 

2. Setelah mengetahui nilai guru penggerak saya jadi termotivasi untuk semakin semangat untuk lebih memahaminya dan mengimplementasikannya dengan baik. Lebih tersadarkan akan pentingnya seorang guru penggerak sebagai agen perubahan yang diharapkan akan memberikan kontribusi dan mentransformasi pendidikan dengan nilai-nilai dan perannya sebagai seorang pendidik. Nilai-nilai guru penggerak tersebut (Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid). Dengan menerapkan nilai-nilai guru penggerak tersebut besar harapan kita bersama bisa mewujudkan tujuan pendidikan yaitu, Merdeka Belajar dengan mewujudkan peserta didik yang memiliki profil pelajar Pancasila. 

3. Nilai guru penggerak tersebut sebenar sudah ada dan dimiliki oleh saya adalah nilai mandiri, dimana saya memotivasi diri untuk melakukan perubahan baik bagi diri saya sendiri. Saya mengikuti pelatihan-pelatingan untuk pengembangan diri melalui program-program guru belajar yang ada pada SIMPKB tanpa harus menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah ataupun dinas. Saya juga memiliki nilai reflektif mau membuka diri terhadap pengalaman yang baru dilalui, lalu melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa yang perlu dikembangkan. Misalnya dalam pembelajaran, dalam pembimbingan lomba, serta dalam melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Nilai lain yang dimiliki saya yaitu Berpihak pada murid saya selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama dalam pembelajaran. Serta nilai inovatif disini saya melakukan pembaharuan dalam membuat media pembelajaran dengan mengaplikasikan aplikasi seperti komika, sticky note, video pembelajaran, quizizz dan google form. 

4. Nilai-nilai guru penggerak tersebut menjadi keharusan untuk dipahami dan semuanya perlu dikuatkan karena merupakan pegangan yang mengarahkan perbuatan dan peran guru dalam pendidikan. Bahkan kelima nilai tersebut berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang pelu saya kuatkan diantara kelimanya adalah berpihak pada murid dimana dalam pembelajaran saya harus benar-benar memberikan pembenahan agar bisa menciptakan merdeka belajar sesuai filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan menciptakan peserta didik yang memiliki profil pelajar Pancasila. 

5. Setelah mengetahui peran guru penggerak saya menjadi semakin termotivasi untuk berprilaku yang dapat memberikan perubahan baik diri saya sendiri maupun terhadap orang lain. Makin memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid dan mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah serta menciptakan lingkungan yang berjalan sinergis demi tujuan pendidikan yang diharapkan yaitu merdeka belajar dan menciptakan pelajar yang memiliki profil pelajar Pancasila sesuai tujuan pendidikan Indonesia. 

6. Mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh dari hasil pelatihan dan pengembangan diri melalui aksi nyata di kelas. Mendorong dan mendelegasikan murid untuk mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan murid di dalam atau luar lingkungan sekolah, serta di dalam kelas ketika proses pembelajaran. Motivasi, prinsip yang kuat , serta mendorong kemauan yang kuat dari diri sendiri Guru Penggerak dalam menjalankan perannya. Membuat Komunitas untuk bergerak bersinergis, berkolaborasi dalam melakukan aksi nyata dalam menjalankan perannya. Meminta dukungan penuh dari pihak sekolah dan warga sekolah lainnya dalam melakukan aksi nyata transformasi pendidikan di sekolah. 

7. Penghambat yang muncul ketika menguatkan nilai dan peran tersebut antara lain: Diri sendiri ; Menurunnya Motivasi, idealis, dorongan dan kemauan dari diri sendiri dalam menjalankan nilai dan perannya. Guru lain ; Munculnya ketidak sepahaman dan konflik dari interaksi yang kita lakukan. Niat kita sebenarnya sudah bagus yaitu mengadakan perubahan dan menciptakan iklim pembelajaran yang berpihak terhadap murid tetapi terkadang ada saja guru lain tidak mau dan tidak suka ide perubahan muncul dari orang lain apalagi dari yang lebih muda. Kepala sekolah ; Adanya ketakutan dalam diri jika kepala sekolah tidak sepenuhnya mendukung, karena menganggap kami belum pantas, dan kurang kompetensi dalam melakukan perubahan.

Koneksi Antar Materi Modul 1. 1 Pendidikan Guru Penggerak

 Pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Menurut KHD Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih, bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Tugas utama pendidik adalah menuntun, menuntun anak memaksimalkan bakat yang ada pada diri anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sesuai dengan filosofi pendidikan KHD, sebagai pendidik perlu menerapkan beberapa hal, yaitu ; 1) Menerapkan semboyan Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. 2) Pendidik juga harus bisa menuntun anak agar memiliki profil pelajar Pancasila ( Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, Kebhinekaan Global, Gotong royong, Kreatif, Bernalar kritis, Mandiri). 3) Pendidik harus melibatkan Tri Pusat Pendidikan menurut KHD   yaitu, pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan perguruan, pendidikan di lingkungan masyarakat. Pendidikan harus holistik dan seimbang agar terjdi kesempurnaan budi pekerti yang membawa anak pada kebijaksanaan dan benar-benar mengedepankan kemerdekaan belajar

Sebelum saya mempelajari modul saya mempunyai pemikiran anak memiliki tingkat kecerdasan masing- masing dan sering kali kami hanya fokus pada ketuntasan kurikulum merupakan hal yang penting dengan tercapainya standar angka-angka yang tinggi. Anak mampu mengerjakan ujian dan tugas dengan benar. Tanpa sadar kemerdekaan belajar mereka terabaikan, belum sepenuhnya berada pada fase menuntun sebagai pendidik tapi lebih memaksakan mereka harus mencapai KKM yang ditentukan.

Setelah mempelajari modul, saya lebih memahami apa itu arti pendidikan bagi seorang pendidik, yang utama adalah menuntun, memberikan contoh bagaimana yang terbaik bagi mereka,tidak memaksa tetapi bagaimana caranya agar mereka memiliki keinginan untuk benar-benar belajar sesuai dengan cara dan zona nyaman mereka, menjadi fasilitator dalam pembelajaran dan anak sebagai fokus pembelajaran, memberi ruang pada anak agar tumbuh dan berkembang sesuai ide-ide dan kreatifitas mereka. Merancang pembelajaran yang benar-benar mereka butuhkan, mengaplikasikan kecanggihan teknologi dan kebudayaan local pada proses pembelajaran, sehingga mereka dapat berkembang dengan kecakapn pengetahuan, teknologi, terbuka pada perkembangan zaman, selektif terhadap budaya asing dan tetap berbudi pekerti baik.

Hal yang saya akan terapkan sebagai pencerminkan pemikiran KHD adalah 1) yang saya lakukan adalah berliterasi tentang berbagai hal yang dibutuhkan dalam menciptakan pembelajaran yang baik sesuai pemikiran KHD. 2) melakukan  pengamatan awal bagaimana kondisi siswa dan lingkungan siswa sehingga bisa menerapkan model dan rencana pembelajaran yang benar-benar mereka butuhkan. 3) Melakukan penilaian secara berkala untuk mengetahui perkembangan kognitif dan non kognitif, mengetahui kendala belajar murid serta melakukan tindak lanjut dan evaluasi. 4) menumbuhkan kecintaan dan kedekatan murid dengan guru dan orang tua. 5) Menciptakan Merdeka Belajar dan kolaborasi.

 

 

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:

Berbicara tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional yakni Ki hajar Dewantara mengenai pendidikan sudah pasti beliau merupakan seseorang dengan pemikirannya yang sangat maju.Kecintaannya terhadap pendidikan bahkan tergambar jelas dalam semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait mendidik adalah proses memanusiakan manusia. Ki Hajar punya konsep dalam pendidikan di mana dua hal ini harus dibedakan yakni sistem pengajaran dan pendidikan yang bersinergi satu sama lain. Pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan kebodohan), dan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik).

Selain itu, pemikiran Ki Hajar tentang metode yang sesuai dengan sistem pendidikan di bangsa ini adalah sistem among, yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh. Menurut beliau setiap anak memiliki tiga hak secara mendasar, yaitu hak mengatur diri sendiri berdiri ,hak bersama dengan tertib dan damai ,serta hak bertumbuh menurut kodrat.

Ketiga hak ini merupakan dasar alat pendidikan dan pemikiran Ki Hajar bagi anak-anak yang disebut 'Among Metode' (sistem-Among). Salah satu seginya ialah mewajibkan guru-guru sebagai pemimpin yang berdiri di belakang, tetapi mempengaruhi dengan memberi kesempatan anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang disebut dengan semboyan 'Tut Wuri Handayani'.

 

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah.

Pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih relevan hingga saat ini yaitu pendidikan dengan sistem among dan Tri Pusat Pendidikan yang memberikan suatu kebebasan berpikir kepada peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang ada dalam dirinya sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berbasis pendidikan karakter seperti nilai keagamaan, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembentukan moral pendidikan abad ke 21. Selain mendidik anak untuk merdeka dalam belajar juga membentuk karakter Pancasila serta berwawasan luas tanggap teknologi dan tidak melupakan budaya Indonesia.

Sebagai seorang guru saya merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, dimana dalam proses KBM saya selalu menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak, memfasilitasi mereka sehingga merdeka dalam belajar, mendampingi dalam setiap prosesnya agar pembentukan karakter anak juga terbentuk dengan baik seperti, Taqwa kepada Tuhan YME, mandiri, bertanggung jawab, peka terhadap sesama, dan saling menghormati.

 

Harapan;

Harapan saya setelah mempelajari modul ini sebagai seorang pendidik saya ingin menjadi teman belajar bagi murid-murid saya. Saya ingin bisa mendampingi dan mengarahkan meraka menjadi pribadi yang baik mempunyai karakter yang baik namun cerdas dan berwawasan luas serta beriman. Saya ingin bisa memberikan pembelajaran yang bermakna bagi anak didik saya, sehingga bisa membekali mereka dalam menghadapi perkembangan zaman.

Siswa dapat lebih menjadi pribadi yang baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Berwawasan luas namun mempunyai karakter pelajar Pancasila, tangguh cakap teknologi dan selektif terhadap budaya asing.

Berbagai kegiatan lokakarya dan pendampingan bermanfaat bagi saya dan menjadikan saya sebagai seorang pengajar kedepannya serta mendapatkan dukungan dari semua pihak dan berjalan lancar. Harapan saya materi dapat membantu saya memahami dan menerapkan pendidikan dan pengajaran yang benar- benar baik sesuai dengan kebutuhan siswa.

x

MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)

  MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG) Oleh : Suci Subarni CGP Angkatan...