Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:
Berbicara
tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional yakni Ki hajar Dewantara mengenai
pendidikan sudah pasti beliau merupakan seseorang dengan pemikirannya yang
sangat maju.Kecintaannya terhadap pendidikan bahkan tergambar jelas dalam
semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemikiran
Ki Hajar Dewantara terkait mendidik adalah proses memanusiakan manusia. Ki
Hajar punya konsep dalam pendidikan di mana dua hal ini harus dibedakan yakni
sistem pengajaran dan pendidikan yang bersinergi satu sama lain. Pengajaran
bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan
kebodohan), dan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin
(berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik).
Selain itu,
pemikiran Ki Hajar tentang metode yang sesuai dengan sistem pendidikan di
bangsa ini adalah sistem among, yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang
berdasarkan pada asih, asah dan asuh. Menurut beliau setiap anak memiliki tiga
hak secara mendasar, yaitu hak mengatur diri sendiri berdiri ,hak bersama
dengan tertib dan damai ,serta hak bertumbuh menurut kodrat.
Ketiga hak
ini merupakan dasar alat pendidikan dan pemikiran Ki Hajar bagi anak-anak yang
disebut 'Among Metode' (sistem-Among). Salah satu seginya ialah mewajibkan
guru-guru sebagai pemimpin yang berdiri di belakang, tetapi mempengaruhi dengan
memberi kesempatan anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang disebut
dengan semboyan 'Tut Wuri Handayani'.
Relevansi pemikiran KHD dengan
konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah.
Pemikiran
pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih relevan hingga saat ini yaitu
pendidikan dengan sistem among dan Tri Pusat Pendidikan yang memberikan suatu
kebebasan berpikir kepada peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang
ada dalam dirinya sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Pemikiran Ki Hajar
Dewantara yang berbasis pendidikan karakter seperti nilai keagamaan,
kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dapat dijadikan sebagai dasar dalam
pembentukan moral pendidikan abad ke 21. Selain mendidik anak untuk merdeka
dalam belajar juga membentuk karakter Pancasila serta berwawasan luas tanggap
teknologi dan tidak melupakan budaya Indonesia.
Sebagai
seorang guru saya merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki
kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, dimana dalam proses KBM
saya selalu menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak, memfasilitasi
mereka sehingga merdeka dalam belajar, mendampingi dalam setiap prosesnya agar
pembentukan karakter anak juga terbentuk dengan baik seperti, Taqwa kepada
Tuhan YME, mandiri, bertanggung jawab, peka terhadap sesama, dan saling menghormati.
Harapan;
Harapan saya
setelah mempelajari modul ini sebagai seorang pendidik saya ingin menjadi teman
belajar bagi murid-murid saya. Saya ingin bisa mendampingi dan mengarahkan meraka
menjadi pribadi yang baik mempunyai karakter yang baik namun cerdas dan
berwawasan luas serta beriman. Saya ingin bisa memberikan pembelajaran yang
bermakna bagi anak didik saya, sehingga bisa membekali mereka dalam menghadapi perkembangan
zaman.
Siswa dapat lebih
menjadi pribadi yang baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Berwawasan
luas namun mempunyai karakter pelajar Pancasila, tangguh cakap teknologi dan
selektif terhadap budaya asing.
Berbagai kegiatan lokakarya dan pendampingan
bermanfaat bagi saya dan menjadikan saya sebagai seorang pengajar kedepannya
serta mendapatkan dukungan dari semua pihak dan berjalan lancar. Harapan saya
materi dapat membantu saya memahami dan menerapkan pendidikan dan pengajaran
yang benar- benar baik sesuai dengan kebutuhan siswa.
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar