Sabtu, 30 April 2022

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:

Berbicara tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional yakni Ki hajar Dewantara mengenai pendidikan sudah pasti beliau merupakan seseorang dengan pemikirannya yang sangat maju.Kecintaannya terhadap pendidikan bahkan tergambar jelas dalam semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait mendidik adalah proses memanusiakan manusia. Ki Hajar punya konsep dalam pendidikan di mana dua hal ini harus dibedakan yakni sistem pengajaran dan pendidikan yang bersinergi satu sama lain. Pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan kebodohan), dan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik).

Selain itu, pemikiran Ki Hajar tentang metode yang sesuai dengan sistem pendidikan di bangsa ini adalah sistem among, yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh. Menurut beliau setiap anak memiliki tiga hak secara mendasar, yaitu hak mengatur diri sendiri berdiri ,hak bersama dengan tertib dan damai ,serta hak bertumbuh menurut kodrat.

Ketiga hak ini merupakan dasar alat pendidikan dan pemikiran Ki Hajar bagi anak-anak yang disebut 'Among Metode' (sistem-Among). Salah satu seginya ialah mewajibkan guru-guru sebagai pemimpin yang berdiri di belakang, tetapi mempengaruhi dengan memberi kesempatan anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang disebut dengan semboyan 'Tut Wuri Handayani'.

 

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah.

Pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih relevan hingga saat ini yaitu pendidikan dengan sistem among dan Tri Pusat Pendidikan yang memberikan suatu kebebasan berpikir kepada peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang ada dalam dirinya sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berbasis pendidikan karakter seperti nilai keagamaan, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembentukan moral pendidikan abad ke 21. Selain mendidik anak untuk merdeka dalam belajar juga membentuk karakter Pancasila serta berwawasan luas tanggap teknologi dan tidak melupakan budaya Indonesia.

Sebagai seorang guru saya merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, dimana dalam proses KBM saya selalu menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak, memfasilitasi mereka sehingga merdeka dalam belajar, mendampingi dalam setiap prosesnya agar pembentukan karakter anak juga terbentuk dengan baik seperti, Taqwa kepada Tuhan YME, mandiri, bertanggung jawab, peka terhadap sesama, dan saling menghormati.

 

Harapan;

Harapan saya setelah mempelajari modul ini sebagai seorang pendidik saya ingin menjadi teman belajar bagi murid-murid saya. Saya ingin bisa mendampingi dan mengarahkan meraka menjadi pribadi yang baik mempunyai karakter yang baik namun cerdas dan berwawasan luas serta beriman. Saya ingin bisa memberikan pembelajaran yang bermakna bagi anak didik saya, sehingga bisa membekali mereka dalam menghadapi perkembangan zaman.

Siswa dapat lebih menjadi pribadi yang baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Berwawasan luas namun mempunyai karakter pelajar Pancasila, tangguh cakap teknologi dan selektif terhadap budaya asing.

Berbagai kegiatan lokakarya dan pendampingan bermanfaat bagi saya dan menjadikan saya sebagai seorang pengajar kedepannya serta mendapatkan dukungan dari semua pihak dan berjalan lancar. Harapan saya materi dapat membantu saya memahami dan menerapkan pendidikan dan pengajaran yang benar- benar baik sesuai dengan kebutuhan siswa.

x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)

  MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG) Oleh : Suci Subarni CGP Angkatan...