Sabtu, 30 April 2022
Refleksi Terbimbing Modul 1.2.a.6
O L E H ; S U C I S U B A R N I
C G P A N G K A T A N 4
1. Nilai positif yang ada pada diri saya sedari masih kecil adalah mandiri. Nilai mandiri tertanam pada diri saya karena memang sedari kecil saya dididik mandiri oleh orang tua saya karena profesi mereka. Saya semenjak kelas VII sudah terbiasa mengatur dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kewajiban sebagai pelajar pun sudah harus saya lakukan secara mandiri, belajar tanpa harus disuruh, mengikuti les bahasa inggris atas kemauan sendiri, berangkat sekolah sendiri, dan bahkan SMA saya mencari sekolah dan mendaftar pun secara mandiri. Pada saat kuliah saya juga melakukan les privat untuk anak SD sebagai penghasilan tambahan. Semua hal yang sifatnya mandiri tersebut saya lakukan dengan senang hati.
2. Setelah mengetahui nilai guru penggerak saya jadi termotivasi untuk semakin semangat untuk lebih memahaminya dan mengimplementasikannya dengan baik. Lebih tersadarkan akan pentingnya seorang guru penggerak sebagai agen perubahan yang diharapkan akan memberikan kontribusi dan mentransformasi pendidikan dengan nilai-nilai dan perannya sebagai seorang pendidik. Nilai-nilai guru penggerak tersebut (Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid). Dengan menerapkan nilai-nilai guru penggerak tersebut besar harapan kita bersama bisa mewujudkan tujuan pendidikan yaitu, Merdeka Belajar dengan mewujudkan peserta didik yang memiliki profil pelajar Pancasila.
3. Nilai guru penggerak tersebut sebenar sudah ada dan dimiliki oleh saya adalah nilai mandiri, dimana saya memotivasi diri untuk melakukan perubahan baik bagi diri saya sendiri. Saya mengikuti pelatihan-pelatingan untuk pengembangan diri melalui program-program guru belajar yang ada pada SIMPKB tanpa harus menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah ataupun dinas. Saya juga memiliki nilai reflektif mau membuka diri terhadap pengalaman yang baru dilalui, lalu melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa yang perlu dikembangkan. Misalnya dalam pembelajaran, dalam pembimbingan lomba, serta dalam melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Nilai lain yang dimiliki saya yaitu Berpihak pada murid saya selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama dalam pembelajaran. Serta nilai inovatif disini saya melakukan pembaharuan dalam membuat media pembelajaran dengan mengaplikasikan aplikasi seperti komika, sticky note, video pembelajaran, quizizz dan google form.
4. Nilai-nilai guru penggerak tersebut menjadi keharusan untuk dipahami dan semuanya perlu dikuatkan karena merupakan pegangan yang mengarahkan perbuatan dan peran guru dalam pendidikan. Bahkan kelima nilai tersebut berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang pelu saya kuatkan diantara kelimanya adalah berpihak pada murid dimana dalam pembelajaran saya harus benar-benar memberikan pembenahan agar bisa menciptakan merdeka belajar sesuai filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan menciptakan peserta didik yang memiliki profil pelajar Pancasila.
5. Setelah mengetahui peran guru penggerak saya menjadi semakin termotivasi untuk berprilaku yang dapat memberikan perubahan baik diri saya sendiri maupun terhadap orang lain. Makin memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid dan mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah serta menciptakan lingkungan yang berjalan sinergis demi tujuan pendidikan yang diharapkan yaitu merdeka belajar dan menciptakan pelajar yang memiliki profil pelajar Pancasila sesuai tujuan pendidikan Indonesia.
6. Mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh dari hasil pelatihan dan pengembangan diri melalui aksi nyata di kelas. Mendorong dan mendelegasikan murid untuk mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan murid di dalam atau luar lingkungan sekolah, serta di dalam kelas ketika proses pembelajaran. Motivasi, prinsip yang kuat , serta mendorong kemauan yang kuat dari diri sendiri Guru Penggerak dalam menjalankan perannya. Membuat Komunitas untuk bergerak bersinergis, berkolaborasi dalam melakukan aksi nyata dalam menjalankan perannya. Meminta dukungan penuh dari pihak sekolah dan warga sekolah lainnya dalam melakukan aksi nyata transformasi pendidikan di sekolah.
7. Penghambat yang muncul ketika menguatkan nilai dan peran tersebut antara lain: Diri sendiri ; Menurunnya Motivasi, idealis, dorongan dan kemauan dari diri sendiri dalam menjalankan nilai dan perannya. Guru lain ; Munculnya ketidak sepahaman dan konflik dari interaksi yang kita lakukan. Niat kita sebenarnya sudah bagus yaitu mengadakan perubahan dan menciptakan iklim pembelajaran yang berpihak terhadap murid tetapi terkadang ada saja guru lain tidak mau dan tidak suka ide perubahan muncul dari orang lain apalagi dari yang lebih muda. Kepala sekolah ; Adanya ketakutan dalam diri jika kepala sekolah tidak sepenuhnya mendukung, karena menganggap kami belum pantas, dan kurang kompetensi dalam melakukan perubahan.
Koneksi Antar Materi Modul 1. 1 Pendidikan Guru Penggerak
Pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Menurut
KHD Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam
masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia
yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya.
Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih, bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan
yang dapat diteruskan atau diwariskan. Tugas utama pendidik adalah menuntun,
menuntun anak memaksimalkan bakat yang ada pada diri anak agar tumbuh dan berkembang
dengan baik.
Sesuai
dengan filosofi pendidikan KHD, sebagai pendidik perlu menerapkan beberapa hal,
yaitu ; 1) Menerapkan semboyan Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa,
Tut wuri handayani. 2) Pendidik juga harus bisa menuntun anak agar memiliki
profil pelajar Pancasila ( Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME
dan Berakhlak Mulia, Kebhinekaan Global, Gotong royong, Kreatif, Bernalar
kritis, Mandiri). 3) Pendidik harus melibatkan Tri Pusat Pendidikan menurut KHD yaitu, pendidikan di lingkungan keluarga,
pendidikan di lingkungan perguruan, pendidikan di lingkungan masyarakat.
Pendidikan harus holistik dan seimbang agar terjdi kesempurnaan budi pekerti
yang membawa anak pada kebijaksanaan dan benar-benar mengedepankan kemerdekaan
belajar
Sebelum
saya mempelajari modul saya mempunyai pemikiran anak memiliki tingkat
kecerdasan masing- masing dan sering kali kami hanya fokus pada ketuntasan
kurikulum merupakan hal yang penting dengan tercapainya standar angka-angka
yang tinggi. Anak mampu mengerjakan ujian dan tugas dengan benar. Tanpa sadar
kemerdekaan belajar mereka terabaikan, belum sepenuhnya berada pada fase
menuntun sebagai pendidik tapi lebih memaksakan mereka harus mencapai KKM yang
ditentukan.
Setelah
mempelajari modul, saya lebih memahami apa itu arti pendidikan bagi seorang
pendidik, yang utama adalah menuntun, memberikan contoh bagaimana yang terbaik
bagi mereka,tidak memaksa tetapi bagaimana caranya agar mereka memiliki
keinginan untuk benar-benar belajar sesuai dengan cara dan zona nyaman mereka,
menjadi fasilitator dalam pembelajaran dan anak sebagai fokus pembelajaran,
memberi ruang pada anak agar tumbuh dan berkembang sesuai ide-ide dan
kreatifitas mereka. Merancang pembelajaran yang benar-benar mereka butuhkan,
mengaplikasikan kecanggihan teknologi dan kebudayaan local pada proses
pembelajaran, sehingga mereka dapat berkembang dengan kecakapn pengetahuan,
teknologi, terbuka pada perkembangan zaman, selektif terhadap budaya asing dan
tetap berbudi pekerti baik.
Hal
yang saya akan terapkan sebagai pencerminkan pemikiran KHD adalah 1) yang saya
lakukan adalah berliterasi tentang berbagai hal yang dibutuhkan dalam
menciptakan pembelajaran yang baik sesuai pemikiran KHD. 2) melakukan pengamatan awal bagaimana kondisi siswa dan
lingkungan siswa sehingga bisa menerapkan model dan rencana pembelajaran yang
benar-benar mereka butuhkan. 3) Melakukan penilaian secara berkala untuk
mengetahui perkembangan kognitif dan non kognitif, mengetahui kendala belajar
murid serta melakukan tindak lanjut dan evaluasi. 4) menumbuhkan kecintaan dan
kedekatan murid dengan guru dan orang tua. 5) Menciptakan Merdeka Belajar dan
kolaborasi.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:
Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) Mengenai Pendidikan dan Pengajaran:
Berbicara
tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional yakni Ki hajar Dewantara mengenai
pendidikan sudah pasti beliau merupakan seseorang dengan pemikirannya yang
sangat maju.Kecintaannya terhadap pendidikan bahkan tergambar jelas dalam
semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemikiran
Ki Hajar Dewantara terkait mendidik adalah proses memanusiakan manusia. Ki
Hajar punya konsep dalam pendidikan di mana dua hal ini harus dibedakan yakni
sistem pengajaran dan pendidikan yang bersinergi satu sama lain. Pengajaran
bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan
kebodohan), dan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin
(berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik).
Selain itu,
pemikiran Ki Hajar tentang metode yang sesuai dengan sistem pendidikan di
bangsa ini adalah sistem among, yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang
berdasarkan pada asih, asah dan asuh. Menurut beliau setiap anak memiliki tiga
hak secara mendasar, yaitu hak mengatur diri sendiri berdiri ,hak bersama
dengan tertib dan damai ,serta hak bertumbuh menurut kodrat.
Ketiga hak
ini merupakan dasar alat pendidikan dan pemikiran Ki Hajar bagi anak-anak yang
disebut 'Among Metode' (sistem-Among). Salah satu seginya ialah mewajibkan
guru-guru sebagai pemimpin yang berdiri di belakang, tetapi mempengaruhi dengan
memberi kesempatan anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang disebut
dengan semboyan 'Tut Wuri Handayani'.
Relevansi pemikiran KHD dengan
konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah.
Pemikiran
pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih relevan hingga saat ini yaitu
pendidikan dengan sistem among dan Tri Pusat Pendidikan yang memberikan suatu
kebebasan berpikir kepada peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang
ada dalam dirinya sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Pemikiran Ki Hajar
Dewantara yang berbasis pendidikan karakter seperti nilai keagamaan,
kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dapat dijadikan sebagai dasar dalam
pembentukan moral pendidikan abad ke 21. Selain mendidik anak untuk merdeka
dalam belajar juga membentuk karakter Pancasila serta berwawasan luas tanggap
teknologi dan tidak melupakan budaya Indonesia.
Sebagai
seorang guru saya merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki
kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, dimana dalam proses KBM
saya selalu menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak, memfasilitasi
mereka sehingga merdeka dalam belajar, mendampingi dalam setiap prosesnya agar
pembentukan karakter anak juga terbentuk dengan baik seperti, Taqwa kepada
Tuhan YME, mandiri, bertanggung jawab, peka terhadap sesama, dan saling menghormati.
Harapan;
Harapan saya
setelah mempelajari modul ini sebagai seorang pendidik saya ingin menjadi teman
belajar bagi murid-murid saya. Saya ingin bisa mendampingi dan mengarahkan meraka
menjadi pribadi yang baik mempunyai karakter yang baik namun cerdas dan
berwawasan luas serta beriman. Saya ingin bisa memberikan pembelajaran yang
bermakna bagi anak didik saya, sehingga bisa membekali mereka dalam menghadapi perkembangan
zaman.
Siswa dapat lebih
menjadi pribadi yang baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Berwawasan
luas namun mempunyai karakter pelajar Pancasila, tangguh cakap teknologi dan
selektif terhadap budaya asing.
Berbagai kegiatan lokakarya dan pendampingan
bermanfaat bagi saya dan menjadikan saya sebagai seorang pengajar kedepannya
serta mendapatkan dukungan dari semua pihak dan berjalan lancar. Harapan saya
materi dapat membantu saya memahami dan menerapkan pendidikan dan pengajaran
yang benar- benar baik sesuai dengan kebutuhan siswa.
x
MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG)
MODUL 3.3.A.10 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID LITERASI DIGITAL (LITDIG) Oleh : Suci Subarni CGP Angkatan...
